ANALISA BISNIS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MOJOKERTO

· Technology Solution
Penulis

ANALISA BISNIS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MOJOKERTO

  1. PENGERTIAN ANALISA PROSES BISNIS

PROSES BISNISadalah sejumlah aktivitas yang mengubah sejumlah inputs menjadi sejumlah outputs (barang dan jasa) untuk orang-orang lain atau proses yang menggunakan orang dan alat.

Semua orang melakukan hal ini, dan dengan satu atau lain cara memerankan peran “supplier” atau “customer”.

Dalam dekade terakhir ini, memperbaiki secara terus menerus proses bisnis tersebut sangatlah penting apabila suatu perusahaan masih menghendaki dapat bersaing di pasar. Perusahaan-perusahaan dipaksa untuk terus menerus memperbaiki proses bisnisnya karena para pelanggan terus menuntut barang dan jasa yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Perusahaan yang melakukan pperbaikan  dengan model perbaikan secara biasa, Secara terus-menerus (cuntinous improvement model)

Cuntinous improvement model : mengukur dan memahami proses yang sekarang dilakukan, dan melakukan perbaikan sesuai dengan pemahaman dan pengukuran tersebut.

Langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mencatat dan memperhatikan apa yang dilakukan sekarang.
  2. Mengukur proses berdasarkan apa yang ddikehendaki oleh pasar.
  3. Melakukan proses kembali berdasarkan kebutuhan pasar.
  4. Mengkur hasil dengan proses yang baru, yang telah dicapai berdasarkan asumsi kehendak pasar.
  5. Mencatat serta menliti perbaikan yang telah dilakukan.
  6. Selanjutnya lingkaran tindakan ini diulang-ulang lagi sampai dicapai titik kepuasan pasar.

Continuous Process Improvement Model

Pada masa sekarang ini, perubahan-perubahan secara cepat dan mendasar seringkali diperrlukan sekadar untuk tetap dalam keadaan break even, sehingga perusahaan mencari cara yang lebih tepat dan cepat untuk melakukan perbaikaan proses bisnis, mencari terobosan-terobosan  baru yang mendasar, tidak hanya sekadar perubahan-perubahan kecil-kecilan tapi perubahan besar dan yang perlu dilakukan sekarang juga.

Salah satu pendekatan baru untuk perubahan yang cepat dan dramatis yaitu à BPR (business process reengineering). Prinsip BPR adalah bertumpu pada pemikiran yang berbeda sama sekali dengan model continuous process improvement. Secara ekstrem, dapat dikatakan bahwa BPR menganggap dan mngandaikan bahwa proses yang digunakan sekarang sudah tidak relevan, tidak layak, sudah kadaluwarsa, jadi harus dilupakan dan ditinggalkan saja.

Pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab dalam model antara lain :

  1. Bagaimana seharusnya proses dilakukan ?
  2. Apa yang dikehendaki oleh para customer atau pelanggan?
  3. Apa yang dikehendaki dan dirasakan oleh para karyawan?
  4. Bagaimana perusahaan yang terunggul melakukan ?
  5. Apa yang mungkin dapat dilakukan dengan penemuan teknologi baru ?

Breakthrough reengineering model

Definisi BPR menurut Michael Hammer dan James Champy adalah :

Business process reengineering is the fundamental rethinking and radical redesign of business system to aachieve dramatic improvements in critical, contemporary measures of performance, such as cost, quality, service and speed”

Reengineering proses bisnis adalah mendesain ulang pemikiran ulang fundamental dan radikal dari sistem bisnis untuk aachieve perbaikan dramatis dalam kritis, pengukuran kinerja kontemporer, seperti biaya, kualitas pelayanan, dan kecepatan”

  1. PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MOJOKERTO

Sejarah PDAM Kab. Mojokerto

Pada tahun 1928 – 1929 ada beberapa waterleiding bedryven milik Provincie Oast Java, diantaranya   :

  1. Provinciaal waterleiding – bedryv Sidoarjo meliputi Daerah Tingkat II Sidoarjo dan Daerah Tingkat II Surabaya ( tidak termasuk Daerah Kotamadya Surabaya ).
  2. Provinciaal waterleiding – bedrryv zuid Surabaya ( Mojokerto ) meliputi Daerah Tingkat II Mojokerto dan Daerah Tingkat II Jombang.

Kedua Provinciaal waterleiding bedryven tersebut langsung dibawah pengawasan Hoofd Contrale Bedryven Dienst, Administratief dan Technies diatur/ dilindungi oleh Undang – Undang Provinciaale Voorschrifton Van Oast Java.

Selama pecah revolusi 17 Agustus 1945 pengurusan kedua Provinciaal Waterleiding – Bedryven tersebut diurusi oleh Kantor Karisidenan Surabaya, karena pada waktu itu belum ada terbentuknya Kantor Gubernur, lagi pula tempat kedudukannya masih labil / berpindah – pindah dan   akhir pendudukan Belanda pada tahun 1950 kedua Provinciaal Waterleiding Bedryven tersebut pengurusannya dipindahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur yang mana statusnya sudah bukan Bedryv lagi tetapi menjadi Dinas, dan  Pimpinan oleh seorang Kepala Dinas kedua Daerah Tersebut disebut Dinas Saluran Air MinumKarisidenan Surabaya di Mojokerto yang mana pada waktu itu pengurusannya oleh Daerah Jalan – jalan dan Gedung – gedung di Surabaya      ( kalau sekarang disebut Bina Marga ).

Pada tahun 1964 – 1968 Daerah Saluran Air Minum Mojokerto meliputi, mempunyai Seksi – seksi antara lain :

Seksi Saluran Air Minum Mojokerto, resortnya mulai :

ž  – Sumber Jubel

ž  – P a r a s

ž  – B e l o r

ž  – Pandan

ž  – Pugeran

ž  – Pohjejer

ž  – Dinoyo

ž  – Brangkal

ž  – Mojokerto ( tidak termasuk Kodya Mojokerto )

ž  – Ketidur

ž  – Mojosari

ž  – Prambon

ž  – Watutulis

ž  – K r i a n

Seksi Saluran Air Minum Jombang, resortnya mulai :

ž  – Mojoagung

ž  – Peterongan

ž  – Jombang

Seksi Saluran Air Minum Sidoarjo, resortnya mulai :

ž  – Porong

ž  – Tanggulangin

ž  – C a n d i

ž  – Larangan

ž  – Sidoarjo

ž  – Buduran

ž  – Gedangan

ž  – W a r u

ž  – Gayungan

ž  – Menanggal

ž  – J e m u r

ž  – Siwalan

ž  – Wonocolo Selatan

ž  – Wonocolo Utara

ž  – Daerah Jalan Gresik

ž  – Daerah Jalan Kenjeran

ž  – Yang ada diluar Daerah Kotamadya Surabaya

Seksi Saluran Air Minum Sepanjang, resortnya meliputi :

ž  – Driyorejo

ž  – Sepanjang

ž  – Kedurus

Pada bulan Juli tahun 1975 Daerah Saluran Air Minum Mojokerto diserahkan kepada Daerah Tingkat II Mojokerto menjadi Dinas Saluran Air Minum Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto,  dengan adanya Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah maka Dinas Saluran Air Minum Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto oleh Pemerintah Daerah   dirubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 4 Tahun 1980, dan  Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada hari pertama sejak tanggal  diundangkan dalam lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto pada tanggal 11 Agustus 1981 Nomor 10 seri C Tahun 1981.

Periode Isasi kepemimpinan PDAM  Kabupaten Mojokerto

  1. Mayor Inf. SAMIN SOEMODIHARJO masa bhakti 1980 – 1989
  2. Letkol  Inf. ACHMAD masa bhakti 1990 – 1997
  3. Drs. TEGUH ABDUL AZIZ, Msi masa Bhakti 1997 – 2001
  4. Drs. MOH. MA’RUF masa bhakti 2002 – 2006
  5. Drs. SOENARJO masa bhakti 2006 – 2010
  6. LUTFIL HAKIM, ST masa bhakti 2011 s/d Sekarang

Organisasi Perusahaan

Bagian-bagian dari Perusahaan secara umum.

  • • Bagian Hubungan Langganan dan Pemasaran
  • • Bagian Perencanaan
  • • Bagian Produksi dan Distribusi
  • • Bagian Umum dan Kepegawaian
  • • Bagian Akuntansi dan Keuangan
  1. Hubungan Langganan dan Pemasaran

Misi untuk bagian ini:

  1. Mendukung tercapainya tujuan perusahaan, khususnya Marketing Departemen dengan kegiatan yang lebih efektif dan efisien.
  2. Mempertahankan dan meningkatkan “company image”.
  3. Membuat sarana promosi yang informative dan tepat guna.
  4. Menambah dan meningkatkan pengetahuan produk bagi seluruh team promosi.
  5. Memberikan informasi produk yang tepat guna untuk staff kantor pusat dan daerah.

Objective untuk Marketing Plan

  1. Memasarkan produk dengan teknik promosi yang baru dan memiliki potensi untuk menarik pelanggan.
  2. Memantau dan menganalisa perkembangan penjualan produk secara unit.
  3. Membuat rencana dengan membuat saran promosi yang tepat guna dan efisien dalam mendukung team promosi dan kantor pusat di lapangan
  4. Menginformasikan kepada staff kantor pusat dan daerah menyangkut kegiatan-kegiatan ilmiah, serta membuat design stand pameran yang menarik dan informatif
  1. Perencanaan

Merencanakan untuk pemasangan jaringan baru dan menghitung besarnya dana yang dikeluarkan sehingga meminimalis terjadinya kerugian pada Perusahaan.

  1. Produksi dan Distribusi

Produksi bahan-bahan untuk pemasangan sambungan baru berdasarkan penghitungan dari bagian Perencanaan serta mendistribusikan langsung ke pelanggan.

  1. Umum dan Kepegawaian

Mengelola dan menyediakan kebutuhan barang dari bagian-bagian lain serta melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan tenaga kerja termasuk di dalamnya adalah perekrutan, penempatan, pelatihan, pengaturan kompensasi dan pemeliharaan data pegawai.

  1. Akutansi dan Keuangan

Melakukan pencatatan, perencanaan, pengendalian di bidang finansial.

Proses Bisnis Distribusi Air

Langkah-langkah distribusi air di PDAM Kabupaten Mojokerto adalah sbb :

  1. Tim Marketing bertugas untuk mencari pelanggan yang belum memasang jaringan Air dari perusahaan ini.
  2. Pelanggan yang akan melakukan pemasangan baru nantinya akan diproses dengan cepat oleh bagian perencanaan.
  3. Setelah Pelanggan melakukan transaksi pemasangan jaringan air, bagian Produksi akan menyiapkan bahan dari penghitungan di bagian perencanaan serta mengambil bahan-bahan tersebut di bagian umum/gudang. Setelah itu didistribusikan dan melakukan pemasangan jaringan ke pelanggan tersebut.
  4. Bagian Akuntansi akan mencatat pengeluaran barang-barang untuk melakukan pemasangan jaringan air baru dan mencatat pemasukan dari pelanggan baru tersebut.

ANALISA

Aktivitas dari pemasangan baru tersebut kadang terjadi keterlambatan dari proses itu sendiri dikarenakan adanya kehabisan stok bahan untuk pemasangan selain itu juga terdapat terlalu lamanya pengerjaan dilapangan untuk pemasangan baru disebabkan banyak faktor mulai dari sumber daya manusia yang terbatas serta medan yang di hadapi terlalu sulit.

Solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah mulai dari penyediaan bahan yang tiba-tiba habis tanpa penghitungan yang matang maka cara yang terbaik adalah pembuatan sistem untuk memonitoring jumlah bahan yang tersedia secara online sehingga bagian yang membutuhkan dapat mengetahui posisi stok yang sekarang. Kemudian dalam pemasangan jaringan baru banyak kendala yang didapat misalnya kekurangan tenaga, masalah ini dapat diselesaikan dengan menyewa tenaga lapangan dari pihak luar sehingga semakin banyak tenaga yang dikeluarkan maka akan cepat selesai meskipun medan tersebut tergolong sulit.

KESIMPULAN

Penganalisaan terhadap proses bisnis akan membantu pemahaman terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Hasil analisis terhadap proses bisnis akan dapat dipergunakan untuk merancang To Be System yang memiliki kinerja yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

blog.binadarma.ac.id/…/wp…/10/materi-analisis-proses-bisnis4.doc

bagian kepegawaian. 2012. Sejarah PDAM Kabupaten MOJOKERTO. MOJOKERTO

Untuk filenya dapat di download disini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: